Translate provided by Google

           

Belajar Isu AIDS

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa besar di dunia dan tidak terbentuk dalam waktu sekejap. Bangsa Indonesia memerlukan waktu ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun. untuk dapat menjadi bangsa Indonesia seperti saat ini. Wilayah nusantara yang terdiri atas ribuan pulau jelas memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.
Ada proses yang berbeda pada tiap wilayah dalam menciptakan kebudayaan dan karakteristik masyarakat. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau telah meninggalkan jejak-jejak sejarah dan menjadi guru paling berharga dalam kehidupan.

Pada saat yang sama dunia pendidikan Indonesia semakin terlihat kelemahannya. Ketika menghadapi era globalisasi, di mana dituntut manusia-manusia yang lebih matang  dengan IPTEK dan spiritualitas kejiawaannya. Buruknya pendidikan dan sistim monopoli pendidikan membuat bangsa Indonesia semakin terseok-seok untuk maju ke depan. Jika sekolah dan perguruan tinggi memang berfungsi untuk mencetak manusia-manusia berkualitas, mengapa lulusannya banyak yang hanya menjadi pengangguran, pekerja kasar, dsb?

Sistem pendidikan di Indonesia memang menitik beratkan kepada pencetakan pekerja. Tidak ada mata-pelajaran wira usaha, kepemimpinan, dan manajemen, kreatif bahkan dibanyak sekolah kejuruan tertentu dan fakultas tertentu.

Begitu pula dengan bidang HIV dan AIDS, faktanya di lapangan, sistem pendidikan Indonesia kurang mampu mencetak manusia yang menanggulangi epidemi AIDS saat ini. Apakah Indonesia memang kekurangan orang-orang cerdas yang mampu memimpin pendidikan Indonesia ke arah kemajuan? Ataukah sesungguhnya Indonesia punya banyak orang-orang cerdas seperti itu, namun pemimpin-pemimpin negara ini tidak mau menggunakan mereka? Singkat kata, kebutuhan mengenai pendidikan berbasis realitas menjadi sangat penting sebagai aplikasi dari pembelajaran teoritis.

Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua, sebuah pengorganisasian melanggengkan budaya lama harus dituntuhkan. JOTHI ingin sekali bisa membagi apa saja yang dapat dipelajari dalam penanggulangan AIDS. Sebagai organisasi orang terinfeksi HIV penting bagi JOTHI untuk dapat meningkatkan upaya pencegahan infeksi baru dan penyelamatan kehidupan dalam penanggulangan AIDS yang berbasis kemanusiaan. 

Kita memang menginginkan kemajuan bagi bangsa ini, kita dapat mulaii untuk meningkatkan kualitas diri dan teman-teman., ajaklah mereka dalam forum akademik. Ajak teman-teman untuk terjun di masyarakat, mengurusi pendidikan dan perlindungan sosial. Mari ajak para pemimpin berbuat baik sesuai dengan tujuan  awal kepemimpinannya, berikan pertanyaan-pertanyaan dan saran-saran membangun dalam sesi diskusi. Bukankah itu lebih kongkrit dan lebih Indonesia?

 

Mari tanggulangi permasalahan AIDS yang berbasis kemanusiaan!

 

Salam pembelajaran,

Sekertariat Nasional JOTHI