Translate provided by Google

           

Mengenai GFATM ronde 1 di Indonesia

Permohonan Indonesia untuk dana dari Global Fund Ronde 1 disetujui, dengan dana hampir 16 juta dolar untuk HIV. Fase 1 program, dengan dana hampir 7 juta dolar, mulai diterapkan pada Juli 2003, dengan penandatanganan fase 1 mencapai sejumlah US$ 5,400,174.

Indonesia menunjukkan betapa mendadak epidemi HIV dapat muncul. Setelah lebih dari sepuluh tahun prevalensi HIV yang rendah, angka meloncat di antara pengguna narkoba suntikan dan pekerja seks, dengan lebih dari 40% orang di tempat pemulihan narkoba di Jakarta diketahui HIV-positif. Menurut Website Global Fund, dana Ronde 1 hanya diberikan kepada 4 Provinsi dengan prevalensi tertinggi.

Indonesia telah memanfaatkan dana tersebut melalu penerima hibah primer (PR) Direktorat P2 & PL Departemen Kesehatan. Namun saat itu, peran organisasi masyarakat sipil dan sektor swasta saat itu masih sangat minim. Walaupun demikian dana ronde 1 banyak digunakan untuk; melatih lebih banyak tenaga kesehatan; distribusi kondom; pendidikan sebaya untuk masyarakat umum (penyuluhan) baik disekolah maupun di media massa. 

Sekilas mengenai dana ronde 1

No pendanaan: IND-102-G03-H-00
Tipe penyekit yang didanai: HIV/AIDS - Ronde 1
Durasi pendanaan: 01 July 2003 - 31 December 2007
Pendanaan terakhir diberikan: 21 December 2006
 

Area Fokus Pendanaan

Dukungan dan Perawatan
  • Dukungan dan perawatan terhadap penyakit kronis dan keluarga.
Pencegahan
  • Komunikasi perubahan perilaku - Penjangkauan Komunitas
  • Komunikasi perubahan perilaku - Media Massa
  • Distribusi kondom
  • Konseling dan tes anti HIV
  • PMTCT
  • Program kepada kelompok dengan prevalensi
  • Diagnosis dan pengobatan IMS
Pengobatan
  • Pengobatan dan pemantauan ARV
  • Profilaksis dan pengobatan infeksi penyerta
Lainnya
  • Lainnya: Sumber Daya Manusia
 

(sumber: http://portfolio.theglobalfund.org/Grant/Index/IND-102-G03-H-00?lang=en, program CSAT untuk Indonesia, hosted by JOTHI)