Rapat kerja Kesehatan Dunia ke-63
Rapat Kerja Kesehatan Dunia, adalah sebuah wadah pengambil keputusan WHO. Wadah ini dihadiri oleh delegasi negara - negara anggota WHO yang berfokus pada agenda kesehatan khusus yang dipersiapkan oleh Dewan Eksekutif (Executive Board) WHO. Fungsi utama rapat kerja ini adalah untuk menentukan kebijakan organisasi, memilih direktur umum, supervisi kebijakan finansial dan untuk merivew dan menyetujui pendanaan program. Rapat kerja ini diselenggarakan setiap tahun di Genewa, Swiss.
Tanggal 17 - 21 Mei adalah waktu penyelenggaraan bagi rapat kerja ke-63. PAda pertemuan ini akan dibahas beberapa isu termasuk:
-
Pelaksanaan peraturan kesehatan Internasional 2005.
-
Pemantauan dan evaluasi pencapaian MDGs.
-
Strategi untuk mengurangi bahaya alkohol.
-
Produksi produk kesehatan diluar ijin pemegang paten.
Pada pertemuan in itelah disetujui beberapa agenda yang berkaitan dengan HIV dan AIDS diantaranya adalah:
-
Tuberculosis.
-
Virus Hepatitis C
-
Kualitas produk persediaan darah.
-
Kesehatan migran.
-
Paten obat/lisensi wajib?
-
Penguatan sistim kesehatan,dll.
Untuk mempelajarui lebih lengkap mengenai agenda silahkan klik koneksi 'WHA Agenda, 17 - 21 May 2010' ini
Pada bulan Maret 2010, JOTHI telah berhubungan intens dengan Kementrian Kesehatan dan kantor WHO tingkat negara, untuk dapat dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Isu utama bagi JOTHI adalah perbaikan sistim distribusi ARV dan permasalahan ko-infeksi Hepatitis C. Ibu Menteri Kesehatan memberitahukan bahwa sulit untuk organisasi masyarakat sipil dilibatkan dalam pertemuan tersebut karena masih begitu banyak hal - hal sensitif yang akan dibahas dalam rapat kerja tersebut.
Sebelumnya JOTHI telah melakukan penelitian terkait ko-infeksi HIV dan Hepatitis C pada November 2008 - Januari 2009 yang dilanjutkan dengan pemetaaan kapasitas intervensi ko-infeksi HIV dan Hepatitis C. JOTHI juga telah melakukan konsultasi Regional untuk mendorong tes dan pengobatan Hepatitis C dengan ikut berkontribusi pada penyusunan draft konsep kebijakan terkait perawatan dan pengobatan hepatitis C di Thailand. JOTHI sendiri adalah bagian dari kerja advokasi regional untuk pengobatan Hepatitis C, melalui hubungan inilah JOTHI mengetahui bahwa sebuah draft kebijakan baru mengenai Hepatitis C tengah dipersiapkan oleh WHO dan rencananya akan dibahas pada rapat kerja kesehatan Dunia ke-63 yang akan datang. Draft ini di-inisiasi oleh Pemerintah Kolombia dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Brazil dan Indonesia.
Pada tingkat Nasional, pertemuan JOTHI dengan Menteri Kesehatan Indonesia pada 8 April 2010 menghasilkan komitmen untuk penyediaan tes Hepatitis C yang rencananya akan dibarengi dengan VCT pada penasun dan pasangannya. Melalui Subdit AIDS P2PL Kementrian Kesehatan Ibu Siti Nurjanah (dipanggil akrab Inong) pada tanggal 15 Maret menyatakan kesiapan KEMENKES menyediakan 200.000 paket tes hepatitis C.






