Translate provided by Google

           

Potensi Orang dengan HIV di Acuhkan

Diskriminasi yang kerap dialami penderita HIV/AIDS sebetulnya tidak perlu terjadi. Seperti dalam lingkungan pekerjaan, sosial, maupun keluarga. Sebab, boleh dikatakan masih banyak penderita HIV/AIDS yang potensinya tidak kalah dengan orang tanpa HIV/AIDS.

Hal itu yang coba diperjuangkan Jaringan Orang Terinfeksi HIV/AIDS Indonesia (JOTHI) Sumbar. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka masih layak diterima di tengah masyarakat, dengan cara memperjuangkan hak-hak orang terinfeksi tanpa stigma dan diskriminasi.

“Yang masih sering terjadi potensi penderita HIV/AIDS dipatahkan di tengah jalan, seperti saat melamar pekerjaan, tidak jarang perusahaan menetapkan tes HIV/AIDS saat membuka lowongan pekerjaan,” ungkap Koordinator JOTHI Sumbar Rudi Desmarjono.

Selain itu, banyak masalah yang harus dialami penderita penyakit ini, seperti Layanan kesehatan yang diskriminatif pada orang terinfeksi HIV. Mekanisme distribusi Anti Retroviral Virus (ARV) yang semrawut. Stigma dan diskriminasi baik yang dilakukan oleh individu, institusi maupun kebijakan yang tidak berpihak. Sulitnya mengakses Jaminan Sosial baik yang dikeluarkan pemerintah (Jamkesmas, jamkesos dll) maupun swasta (asuransi, Jamsostek dll..), serta mitos mengenai AIDS lebih kuat dari fakta mengenai AIDS.

Melalui JOTHI, lanjut Rudi, para pengurusnya mencoba membuka akses di semua lini, agar penderita HIV/AIDS tidak lagi termarginalkan. “Kami ingin mencoba merangkul semua instansi dan membuktikan bahwa tidak ada yang salah dengan penderita HIV/AIDS,” ujar Rudi yang didampingi dewan pengurus provinsi JOTHI Lia Agustina, dan staf mobilisasi Sumber Daya Budi Kurniawan.

Usaha lain yang coba diperjuangkan JOTHI Sumbar adalah Memperbaiki alur dan mekanisme distribusi ARV, mengusahakan sistem layanan kesehatan yang berpihak pada kebutuhan Orang Terinfeksi HIV, melakukan pengorganisasian berbasis komunitas demi memperjuangkan terwujudnya pemenuhan hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya bagi orang terinfeksi HIV.

Rudi menyebutkan anggota JOTHI Sumbar yang dibentuk usai kongres JOTHI se-Indonesia 8 Juli 2008 lalu, sudah sebanyak 25 orang. Padahal jika dilihat data Dinkes Sumbar tahun 2009, untuk Sumbar penderita penyakit ini mencapai 447 orang, dan yang terbanyak adalah di Kota Padang 237 orang.

“Kami berharap semua pihak mendukung agar penderita HIV/AIDS tetap eksis, dan tak lagi menjadi orang yang terkena dampak diskriminasi,sebab kualitas mereka sebenarnya tidak kalah bagus dari orang tanpa penyakit tersebut,” pungkas Rudi. [padangtoday]

Komentar

Beri Komentar Baru

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options