Translate provided by Google

           

Launching Program Kesehatan Kita

Pada tanggal 11 Februari 2010, JOTHI menggelar konferensi pers "Launching Program Kesehatan Kita", kegiatan yang dilakukan di Hotel Mega Proklamasi tersebut adalah salah satu upaya JOTHI dalam menjawab tantangan reformasi Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia khususnya terkait dengan akuntabilitas serta konsistensi kepemimpinan orang terinfeksi HIV yang bertujuan untuk mengapai peningkatan kualitas hidup yang bermakna.  Dengan bekal karakter, pengetahuan dan ketrampilan yang didapatkan melalui pelatihan kepemimpinan orang terinfeksi HIV yang diselenggarakan pada bulan April 2009 di Anyer-Banten diikuti oleh Koordinator Provinsi dari 28 wilayah koordinasi JOTHI, perbaikan kualitas hidup orang terinfeksi HIV dapat ditingkatkan melalui program kesehatan kita.

Faktor yang akan ditingkatkan adalah kesadaran untuk memulai, mempertahankan kepatuhan HAART, pengelolaan kualitas kesehatan (pemeriksaan kesehatan berkala, deteksi dini infeksi dan mengakses layanan kesehatan) yang dinilai sebagai kebutuhan prioritas dengan semakin tersedianya akses ARV dan pengobatan infeksi oportunistik.

Program Kesehatan Kita menjadikan konsep “Positive Health and Dignity” dasar utama pengembangan kesadaran dan teknis pencegahan infeksi baru dalam meningkatkan peran serta masyarakat umum merespon epidemi AIDS. Kedepannya diharapkan orang terinfeksi HIV sebagai populasi yang paling terdampak bisa meningkatkan kemampuan mengakses layanan kesehatan yang tersedia.

Saat hiruk pikuknya pemberitaan mengenai kasus Bank Century serta vonis pidana kasus Antasari dkk, "Program Kesehatan Kita" masih mendapat fokus perhatian bersama. liputan lainnya dapat di lihat pada publikasi online Berita8, Kompas, Waspada. API

Komentar

Dear all, Saya ingin

Dear all,
Saya ingin mengucapkan : Sukses ya, untuk Program Kesehatan Kita...

Ini jelas menjadi sebuah bukti nyata, dimana JOTHI juga berkomitmen penuh didalam pencegahan dalam konteks penanggulangan HIV dan AIDS..
Sangat perlu diluruskan disini, bahwa maksud & tujuan JOTHI adalah demi perbaikan kualitas hidup dari orang terinfeksi HIV, yang tentunya akan berdampak terhadap perbaikan didalam masyarakat secara keseluruhan pula..(mohon dipahami dengan lebih dalam)
Apabila dalam prosesnya selama ini, JOTHI terlihat tegas dan "to the point" didalam merespons hal ini (baca:didalam melakukan advokasi), itu dikarenakan, pada faktanya, memang masih cukup banyak hal yang perlu diluruskan khususnya didalam implementasi daripada hal-hal yang berkaitan dengan HIV dan AIDS di Indonesia.
Tapi jangan pula, hal tersebut malah diartikan bahwa JOTHI tidak memiliki komitmen didalam pencegahan HIV dan AIDS..Itu asumsi yang sangat salah menurut saya...

Karena saya pribadi, sangat menyayangkan, dimana sangat banyaknya "omongan2 miring" mengenai aktivitas JOTHI selama ini..(Bahkan seorang yang memangku jabatan sangat strategis didalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, sampai-sampai mengatakan bahwa advokasi terhadap hal2 yg berkaitan dengan HIV dan AIDS di Indonesia yang selama ini dilakukan oleh JOTHI, hanyalah untuk "petantang-petenteng"...)

Alangkah jauh lebih bijak, agar seluruh pihak2 tsb, kembali merenungkan dan mengevaluasi kembali, apa & kenapa bisa sampai JOTHI selama ini melakukan advokasi dengan sangat tegas terkait hal-hal dimana orang-orang terinfeksi HIV yang akan menjadi pihak penerima manfaat(baik langsung/tidak langsung).
So,jangan tersinggung lagi dong yaa, bapak2/ibu2..apabila JOTHI memberikan masukkan-masukkan terkait hal-hal tsb... :)

Mohon maaf yg sebesar2nya lho kalo ada yg salah didalam perkataan saya..
Bagaimana menurut pendapat rekan2 yg lain..?

Salam Perjuangan,
Heru

Beri Komentar Baru

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options