Kolaborasi JOTHI dan GESTOS-Ford Foundation; bentuk nyata implementasi komitmen JOTHI mendukung UNGASS Forum Indonesia

Sampai dengan saat ini UNGASS Forum indonesia baru saja menyelesaikan pertemuan forum yang ke IV. Pertemuan forum yang ke IV ini merupakan upaya tindak lanjut terhadap pemenuhan tanggung jawab dalam kerangka program kerjasama antara JOTHI dengan GESTOS-Ford Foundation dalam memfasilitasi proses pelaporan UNGASS. Pertemuan UNGASS Forum ke-IV dilangsungkan selama 2 (dua) hari, pada tanggal 20-21 Januari 2010 bertempat di Wisma Maluku Jakarta Pusat. Dalam kesempatan pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa organisasi anggota UNGASS Forum Indonesia, antara lain adalah ; Yayasan STIGMA, Rempah, IPPI, MAP, JOTHI, UNIMIG Indonesia, Kapal Perempuan, LP3Y, Bina hati, Jayapura Support Group, GWL Ina, OPSI, Our Voice serta beberapa individu yang kebetulan memiliki minat terkait dengan kegiatan yang dilakukan UNGASS Forum Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, secara khusus pertemuan UNGASS Forum IV memiliki tujuan untuk memberikan masukan dalam proses penyusunan laporan UNGASS berdasarkan hasil temuan dalam kegiatan penelitian yang dilakukan beberapa waktu terakhir. Penelitian tersebut dilakukan di 6 provinsi (DKI, Kalimantan Timur, DIY, NAD, Sulawesi Utara dan Jayapura) pengumpulan data dilakukan antara rentang waktu September – Desember 2009. Pemilihan lokasi berdasarkan prevalensi kasus HIV rendah, menengah dan tinggi dari provinsi yang merepresentasikan 5 pulau besar di Indonesia sesuai dengan data Depkes RI-2009. Rekruitmen responden dilakukan secara sukarela dengan diorganisir oleh koordinator lapangan pada setiap kota, persetujuan responden dalam berkontribusi dibuktikan dengan penandatanganan inform concern sebelum pengambilan data dimulai. Penelitian kualitatif tersebut sudah mendapat peretujuan komite etik Universitas Khatolik Atmajaya, dengan surat No. 827/LPPM-KE/12/2009 dan melalui proses diskusi dengan KPA nasional. Keseluruhan proses penelitian dari perencanaan awal sampai finalisasi laporan melibatkan LSM peduli AIDS, jaringan populasi kunci dan aktifis individu yang peduli dengan permasalahan AIDS di Indonesia.

Proses pertemuan UNGASS Forum IV dimulai dengan pemaparan hasil temuan penelitian berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, kemudian peserta pertemuan diminta memberi masukan terkait dengan temuan tersebut. Metode pemberian masukan dilakukan dengan cara kelompok yang telah dibagi menjadi dua. Tiap kelompok memberikan masukan dalam diskusi kelompok yang kemudian hasilnya dikompilasi dengan hasil kelompok lain untuk kemudian dilakukan diskusi pleno untuk finalisasi draft laporan tersebut. Yang menarik dalam proses ini justru bukan dikarenakan hasil temuan dalam penelitian yang dilakukan, tetapi jutru lebih dikarenakan banyaknya diskusi terkait dengan pertanyaan mengenai metode yang dipakai dan proses pengambilan data hingga analisis hasil temuan. Pertanyaan terbesar yang muncul dari situasi diskusi pleno tersebut, kenapa muncul banyak kritisi terkait dengan metode yang dipakai sementara dari awal sudah dijelaskan mengenai validasi metode yang dipakai, bahkan dikuatkan dengan surat dari LPPM. Walaupun secara eksplisit tidak muncul pernyataan mengenai proses penelitian yang prematur, tetapi kesan umum yang muncul justru sebaliknya. Proses tersebut terkesan terlalu didesakan, tanpa terlebih dahulu mencari opini pembanding terkait dengan metode yang dipilih. Kesan tersebut tertangkap dari banyaknya diskusi atas kritisi mengenai metode yang dipakai dan bukan mengenai hal yang terkait dengan hasil temuan. Dalam diskusi banyak dimunculkan soal alternatif metode yang lebih efektif yang seharusnya dipakai dalam proses penelitian tersebut, alternatif-alternatif serta masukan tersebut muncul dari anggota forum yang juga hadir dalam pertemuan dan diskusi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut juga diagendakan mengenai pembahasan yang terkait dengan masalah alur koordinasi UNGASS Forum. Fasilitator diskusi memunculkan adanya kebutuhan untuk membuat struktural baku didalam menjalankan UNGASS forum, latar belakang dimunculkanya isu tersebut didasari atas fakta mengenai tersendatnya proses pengambilan keputusan. Dinamika diskusi juga kembali muncul dalam sesi ini, terkait dengan kesulitan yang dihadapi oleh Tim kecil (kelompok yang diorganisir oleh koordinator forum dalam menjalankan tugas-tugas administratif) pada waktu sebelumnya. Sebuah wacana mengenai situasi tersebut disampaikan oleh Naomi (anggota forum wakil dari STIGMA) “...sesulit-sulitnya mengambil keputusan, toh keputusan tetap diambil juga kan.? Jadi kalau tidak ada yang mendesak kenapa harus dibangun struktur yang baku..?”. Diskusi semakin berkembang dan mengarah kepada pertanyaan-pertanyaan terkait dengan agenda kedepan UNGASS forum. Kemudian dipaparkan mengenai agenda kedepan yang akan dijalankan oleh forum tersebut, dijelaskan bahwasanya kegiatan UNGASS forum tidak akan berhenti sampai dengan sebatas membuat laporan dari perspektif civil society berdasarkan hasil temuan dalam penelitian yang sudah dilakukan, tetapi lebih jauh dari itu forum juga akan melakukan upaya-upaya advokasi kepada berbagai sektor berdasarkan basis data situasi hasil temuan penelitian.

Terkait konteks 'semangat untuk perbaikan' hal tersebut memang penting, tetapi sangat disayangkan apabila dalam prosesnya justru meredupkan semangat serta nilai-nilai dari UNGASS Forum itu sendiri. UNGASS memiliki dasar nilai-nilai akuntabilitas antaranya transparansi, Justifikasi/keterjawaban, konsistensi komitmen dan sanksi. Akuntabilitas tersebut juga memiliki 2 karakter khusus yaitu pertama vertikal: kejelasan masyarakat sipil yg dapat dipertanggungjawabkan sebagai warga negara, yang kedua horizontal: check n balance antar institusi anggota. Sebagai wacana kritik untuk UNGASS Forum adalah bahwa sampai saat ini tidak ada anggota forum dari unsur faith base. Melalui proses diskusi dan perdebatan yang panjang sebagai refleksi demokrasi (nilai-nilai yang juga dianut oleh UNGASS forum), secara bersama dan bersifat aklamatif maka didapat keputusan bahwa “hal terpenting dari forum adalah untuk menyelesaikan tugas-tugas khusus serta tanggung jawab forum ini kembali sesuai dengan fungsi awal, dengan tetap mengedepankan semangat demokrasi”.

Pertemuan UNGASS forum IV menghasilkan beberapa keputusan yang diambil secara bersama-sama, antara lain;

1. Ungass forum adalah jaringan yang bersifat indepeden, posisi anggota sejajar dengan anggota lainnya.

2. Keputusan ada pada forum Ungass yang disepakati bersama (menganut nilai-nilai demokrasi)

3. Forum Ungass membentuk tim kecil (team riset dan team advokasi) secara bersama yang memiliki otoritas membuat keputusan yang bersifat teknis kerja dan dipertanggungjawabkan kepada anggota forum melalui media millis forum.

4. Struktur forum tetap seperti yang selama ini dilakukan, kordinator Aditya Wardhana (Edo), Regional Adviser Rico Gustav (Koordinator Regional ITPC sekaligus staf APN+) dengan dibantu oleh anggota Forum, ini Itu berlaku hingga saat ini dan kedepannya.

Pertemuan tersebut juga menyepakati untuk kembali fokus pada kegiatan sesuai dengan kerangka kerja yang sudah ditentukan diawal kesepakatan. Capaian terbaik dalam pertemuan tersebut adalah dengan ter-refleksikannya kembali nilai-nilai demokrasi dan dibangunnya sistem akuntabilitas dalam proses kedepan dengan pelibatan anggota dalam sistem kontrol kerja serta kinerja forum. Pencapaian tersebut tidak lepas dari peran seluruh anggota forum yang secara sukarela dengan didasari tanggung jawab serta niat baik untuk mencapai perubahan. Hal lain yang tidak kalah penting bagi seluruh anggota forum dalam proses kedepan adalah dengan aktif, bertanggungjawab, dewasa dan berpikiran terbuka untuk dapat melakukan kontrol terhadap proses yang dijalani. (API - Deputi Media dan Humas)

Komentar

congrats JOTHI

congrats JOTHI

UNGASS ini sebuah proyek

UNGASS ini sebuah proyek laporan yah? Apakah akan ada pengaruhnya dalam pengambilan keputusan penanggulangan AIDS di Indonesia kedepannya?

Wah seru banget pertemuan

Wah seru banget pertemuan UNGASS itu. Bisa ga informasi detilnya dibagikan juga, karena gw pernah coba gabung ke milis tetapi ditolak, gimana sebenarnya cara bergabungnya dengan UNGASS?

saya setuju bgt ama tomi,

saya setuju bgt ama tomi, tolong kasih tau ya info n caranya supaya bisa gabung ama ungass,krn saya kan pengen tahu juga soal ungass lebih dalem lagi. salut untuk webnya jothi,isi-isinya lain bgt ama web2 bidang aids yg laennya..dipertahanin ya..

Beri Komentar Baru

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options