- Arsip 2008
- Angka Infeksi HIV di Yogyakarta Meningkat
- Hampir Seluruh Subang Masuk Wilayah Penularan HIV
- JOTHI NTT Meminta Polisi Usut Penyebar Isu
- Populasi ODH di Medan terbanyak se-Sumatera Selatan
- Potensi Orang dengan HIV di Acuhkan
- Konsultasi Populasi Kunci Mengenai Global Fund Dengan Anggota CCM Indonesia
- Vaksin HIV Ditemukan
...INILAH HEPATITIS – Hari Hepatitis Sedunia 19 Mei 2010
Dengan diperingatinya hari Hepatitis sedunia pada tanggal 19 Mei, badan kesehatan dunia WHO diharapkan mengadopsi resolusi dunia yang pertama mengenai virus hepatitis, yang akan memberikan prioritas penanggulangan Hepatitis dalam kerangka kerja WHO dan komunitas kesehatan yang lainnya.
Jenewa, 19 Mei 2010 – Bersamaan dengan hari Hepatitis sedunia tanggal 19 Mei, Jaringan Harm Reduction Eurasia (EHRN) menyoroti epidemi hepatitis C yang terjadi di Eropa Tengah dan Timur serta Asia Tengah, yang menjadi penyebab utama jumlah penyakit liver dan kematian dini. Di wilayah ini estimasi angka orang yang hidup dengan hepatitis C mencapai 10 juta orang dibandingkan dengan estimasi angka orang yang terinfeksi HIV sejumlah 1,5 juta orang. Seperti diketahui akses terhadap layanan tes diagnosa hepatitis C dan pengobatannya sangat terbatas dikarenakan harganya yang mahal. Serangkaian paket pengobatan hepatitis C rata – rata membutuhkan dana 25.000 dolar Amerika.
EHRN menyambut baik kepemimpinan negara Brazil dalam mempromosikan resolusi WHO tentang hepatitis C, sebagai dokumen politik pertama di tingkat PBB yang sedang dibahas dalam sidang kesehatan dunia (World Health Assembly) ke 63 di Jenewa pada tanggal 17 – 21 Mei 2010. World Health Assembly (WHA) adalah mekanisme pengambilan keputusan dalam WHO yang menyusun kebijakan dan fokus kerja dari WHO. Sidang ini diadakan setiap tahun dihadiri oleh 193 Negara anggota.
Pada hari hepatitis sedunia ini EHRN menghimbau komunitas internasional untuk memperlihatkan komitmennya untuk menanggulangi hepatitis C. Secara khusus EHRN merekomendasikan untuk;
1. WHO untuk menyusun panduan internasional mengenai diagnosa dan pengobatan hepatitis C.
2. WHO memimpin pengembangan strategi untuk menurunkan harga pengobatan hepatitis C, dan memasukkan pegylated interferon dan ribavirin sebagai standar pengobatan hepatitis C saat ini ke dalam pemodelan obat – obatan esensial WHO.
3. WHO harus membangun kapasitas dan sumberdaya untuk mendukung pengembangan kerangka kebijakan di tingkat Negara terkait tes, perawatan dan pengobatan hepatitis C.
4. Uni Eropa bekerja sama dengan WHO melakukan evaluasi terhadap beban biaya yang diakibatkan hepatitis C dan menganjurkan negara anggota Uni Eropa serta industri farmasi untuk mengembangkan strategi untuk menurunkan harga pengobatan hepatitis C (termasuk produk generik, lisensi wajib dan pengadaan terpadu)
5. Orgnisasi masyarakat sipil termasuk penyedia layanan pengurangan dampak buruk NAPZA, harus memprioritaskan hepatitis C dalam agenda advokasi dalam meningkatkan repon di tingkat negara terhadap layanan untuk tes, pengobatan dan perawatan hepatitis C.
6. Mekanisme Koordinasi Negara (CCM) harus memasukkan pengobatan hepatitis C untuk orang terinfeksi HIV dalam proposal negara untuk GF ATM.
7. Organisasi Internasional dan agen donor harus mempromosikan pemerataan akses untuk tes, pengobatan dan perawatan hepatitis C untuk semua pihak, termasuk populasi kunci dan pengguna napza suntik.(OSY)







Komentar
Hari hepatitis sedunia
Hari hepatitis sedunia bukannya tanggal 28 Juli ?
Beri Komentar Baru